My Wedding Song List


1. Sweetest Love by Robin Thicke

(will be renew any time I found the right one…. :p)

I’m too in love with you, Ma Yah ! I promise will make you proud and happy for the rest of your life.

More Than Words


They said “Picture tells everything”. I hope these pictures can represent how great my stories when through those time.

Thank you Project Officer of Kampoeng Jazz 2010 Barry Irawan, Kampoeng Jazz 2011 Ammy Awlya, and The 5th International Kampoeng Jazz Satya Ramandha.

Thank you programming division from KJ 2010 to KJ 2013 Satya, Bimo, Abe, Ka Amy, Ka Art, Dadung, Ncuy, Kica, Tama, Andong, Icha, Hesa, Frero, Debbie, Vera, Alia, and Mario.

Thank you “Kampoeng Jazz untuk Bandungku” committee Nadia, Kica, Doni, Vinton, Dea, Taufik, Aryo, Dimas, Kemal, Anti, Tita, Awong, Danto, Bonjo, Vanessa, Lala, Adhyt, and Agung.

Thank you for all of you who also proud to be a part of Kampoeng Jazz.

See you in the future with our own succeed stories!

God bless you!

image

image

This is What Really Happen for Four Years


Click on these links to see what I’ve been through in four years

http://jazzuality.com/jazz-events/kampoeng-jazz-2010-pre-event/

http://jazzuality.com/jazz-events/kampoeng-jazz-2010/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2010-the-report/

http://www.wartajazz.com/festival/2010/05/03/akhir-pekan-ini-kampoeng-jazz-2010-digelar-gilang-tohpati-akan-hadir

http://kampus.okezone.com/read/2010/04/20/65/324473/kampoeng-jazz-2010-jazz-nya-indonesia

http://infobdg.tumblr.com/post/582095726/kampoeng-jazz-2010-report

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-band-audition-the-report/

http://jazzuality.com/jazz-events/kampoeng-jazz-2011/

http://www.wartajazz.com/festival/2011/04/23/yuk-nonton-kampoeng-jazz-akhir-april-2011

http://bandungsearch.com/upcoming-event/kampoeng-jazz-2011/

http://bandungsearch.com/event/kampoeng-jazz-2011-the-report/

http://newscovery.wordpress.com/agenda-2/kampoeng-jazz-2011-%E2%80%93-jazzolution-%E2%80%9Cwhere-music-impacts-society%E2%80%9D/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-has-started/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-enjoying-jazz-under-the-rain/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-tesla-ft-mahagotra-ganesha-esqief/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-sabrina-dira-sugandi/

http://jazzuality.com/jazz-event-report/kampoeng-jazz-2011-tahiti-80-and-the-closing/

http://www.asianoise.com/kampoeng-jazz-returned-at-the-fifth-international-kampoeng-jazz-on-march-23-2013-4162

http://jazzuality.com/jazz-events/the-5th-international-kampoeng-jazz-2013/

http://bandungreview.com/articles/view/888/siap-dengan-kampoeng-jazz-2013-bersih-bersih-sungai-dulu-yuk

http://jazzuality.com/jazz-event-report/the-5th-international-kampoeng-jazz-festival-2013-the-report/

http://provoke-online.com/the-5th-international-kampoeng-jazz-2013-pesta-jazz-meriah-dari-anak-unpad/

http://www.eventbanget.com/event/176/the-5th-international-kampoeng-jazz-2013.html

Lots of love <3

Koper dan/atau Ransel


Semua bermula pada Sabtu, 10 November 2012 saat itu siang hari di rumah. Gw kepikiran banget pengen liburan keluar dari Bandung, dari rutinitas, dari kegiatan-kegiatan. Gw bbmlah Nadia ngajak dia ke Yogyakarta pas long weekend tanggal 15-18 Desember secara tiba-tiba. Dia bilang long weekend mau ngerjain Bab 1 (maklum udah skrispsian dia). Terus dia menyarankan ngajak Puti. Tanpa berbasa-basi gw langsung ajak Puti “Put ke Jogja atau Batu karas yok long weekend depan!” (10 menit kemudian) dapat balasan “Ayoooooooo! Serius? Beneran? Ayoooo” Berlanjutlah obrolan pengen bacpackeran ke Jogja.

Sunday, 11 November 2012 was my 22nd birthday. YEAY! SO happy that Allah SWT still allow me to live this life by His guidance. I got lots of prayers from friends all day long. This is what I love from special moment “Unstoppable wishes from all of people whom know you (sometimes unexpected one while the expected one forget about it)”. 

Senin, 12 November 2012 - Rabu, 14 November 2012

Perencanaan backpackeran ke Jogja semakin matang, walaupun hanya kita bertiga. Hari Senin Puti dan Nadia (yg akhirnya memutuskan ikut) mulai cari tiket kereta dan bis. Kereta yg ekonomi habis tak tersisa, tinggal yg Eksekutif. Terus cari tiket bis untungnya masih dapet. Mereka pesan 4 kursi (berharap ada yg ikut lg) di Bandung Ekspress. Hari Selasa, kami sibuk ngajakin orang-orang yang tak kunjung kami dapatkan (walaupun gw blm dapat izin penuh dari orang tua yg berarti ngga akan ada suntikan dana). Tetapi, hari Rabu semua terjadi, gw menghubungi bokap dan ternyata diizinin yeaay. Siangnya, Ajeng bilang mau ikut kami ke Jogja, sorenya pun kami dapat kabar kalo Wira dan Bagus jg mau ke Jogja, tetapi karena mereka lama memutuskan akan naik apa (kondisi: semua tiket bis dan kereta habis) akhirnya kami memutuskan untuk membayar bis yang sudah kami pesan. Sore hari itu jalanan depan kampus malah hampir seBandung lumpuh karena ada wisuda Unpas dan turunnya hujan besar. Rabu sore sekitar pukul 5pm kami ke pool bis di Jl. Dr. Cipto untuk membayar tiket, setelah itu sambil menunggu keputusan Ajeng (yg tiba-tiba blg kalo Ijal jg akan ikut) kami makan di Kehidupan Tidak Pernah Berakhir. Selagi makan kami diberi kabar oleh Bagus dan Wira mereka bakal berangkat ke Jogja naik mobil pribadi hari Kamis dini hari. Wew! Akhirnya hari itu semua jelas siapa aja yang ke Jogja Nike-Puti-Nadia (Bandng Ekspress), Ajeng-Ijal (Pahala Kencana), Wira-Bagus (B1970TOW).

Kamis, 15 Desember 2012 sekitar pukul 4pm Puti ke kosan gw dan sekitar pukul 4.30 kami menjemput Nadia naik taksi. Dikarenakan takut terjadi kemacetan kaya kemarin sore, kami memutuskan berangkat lebih awal. Tetapi kenyataanya jalanan kosong, kita kecepetan kalo harus nyampe di pool jam 5pm. Untuk mengisi waktu kosong itu kami transit di Istana Plaza sambil menunggu Mahgrib. Seusai kami beribadah, bergegaslah menuju pool yang letaknya tidak terlalu jauh. Sebelumnya sempet beli makan di Kehidupan Tidak Pernah Berakhir untuk dibungkus dan rencananya makan di bis. Semua tergesa-gesa karena waktu menunjukan pukul 6.10pm dan di tiket jadwal keberangkatan bis jam 6.30. Eeeeh pas sampe di sana, taunya bis berangkat jam 7pm. Waktu menunjukan pukul 7.30pm bis dengan duduk di kursi nomor 9-11 (gw yg kalah gambreng dan harus duduk sendiri) berangkaaaat! Udah senang duduk sendirian, tanpa harus takut atau khawatir sama stranger taunya di Terminal Caheum ada seorang mas duduk di kursi sebelah saya. Yaudah deh duduk sama stranger selama 10 jam harus saya alami. Tidur pun tak nyenyak karena watir rasanya. 

*Pengeluaran: makan 6rb + tiket 95rb + air mineral 1L 3rb = 104rb

Jumat, 16 Desember 2012 waktu menunjukan pukul 5.30am saat kami turun di perempatan lampu merah dekat Stasiun Jombor. Kami bertiga senang sekaliiiiiiiiiiiiiiiii karena berhasil sampai di Yogyakarta dengan selamat. Kami pun berjalan kaki menuju Stasiun Jombor untuk mencari sarapan sambil menunggu Wira datang menjemput. Di stasiun pagi itu masih sepi, hanya beberapa penumpang dan sejumlah supir bis tujuan Malioboro dan Semarang yang aktif berteriak. Tidak henti-hentinya kami pun selalu ditawari untuk naik bis tujuan Malioboro. Kemudian ada satu orang mas yg nampaknya berusaha ramah, tapi kami malah jadi takut. Ketika kami sarapan di angkringan Mas itu duduk semeja dan mengajak ngobrol, kami tanggapi seadanya sambil waspada. Selama sekitar 2 jam kami menunggu jemputan, untuk membunuh kebosanan kami foto-foto sambil menghindari Mas itu. Pukul 07.30am Wira pun datang menjemput bersama Bagus. Mereka baru saja bersilahturahmi dengan Bude Bagus jadi agak lama dan membawa bekal berupa kacang rebus, emping, dan salak untuk menemani perjalanan.

Perjalanan kami awali dengan menumpang mandi di sebuah pom bensin. Setelah semua bersih dan rapi kami menuju Candi Borobudur, ini adalah ketiga kalinya saya ke sini setelah sekian lama. Keadaan Candi ini setelah adanya gempa bumi tahun 2010 sudah kembali pulih, walaupun masih ada yg ditutup karena renovasi. Keadaan sangat panas dan terik matahari sangat menyengat, seakan percuma mandi tadi karena kami dimandikan keringat. Wisatawan yang datang saat itu juga sangat banyak hingga kami harus mengantre ketika menaiki dan menuruni Candi. Di tengah teriknya matahari, Puti memecah suasana dengan mengatakan ada Steven Spielberg, ia adalah bule paruh baya yg sedang dikelilingi pelajar-pelajar SMP yg sibuk meminta tanda tangan. Setelah diselidiki, bule itu hanya bule biasa bernama Robert bukan Steven Spielberg, aneh sekali kenapa para pelajar itu minta ttd ya?

Waktu menunjukan pukul 11am, Bagus akan menunaikan solat Jumat sambil menunggu dia, kami memutuskan untuk berkunjung ke Galeri Unik dan Seni Borobudur. Di dalam ada wayang, patung-patung, serta foto-foto orang-orang unik,  baju seberat sekian ton (lupa tepatnya) yg memecahkan Rekor Muri, dan pemutaran (yang katanya) film ketika gempa Yogyakarta tahun 2010 (agak kecewa karena film itu hanya berupa pemutaran video-video yg bisa didapatkan di Youtube).

Kemudian kami beranjak dari Candi Borobudur (Magelang) menuju Malioboro (Yogyakarta) untuk bertemu dengan Ajeng. Di tengah perjalanan kami memutuskan untuk berhenti sejenak untuk menyantap makan siang di daerah Tempel. Kami makan di rumah makan bernama Brongkos Tempel, kami memesan 2 Brongkos Ceker (@10rb), 3 Brongkos Campur (@14rb), dan 1 botol Saparella (rasanya seperti root beer). Hujan deras pun mulai turun menemai perjalanan kami menuju Malioboro. Sekitar pukul 4.30 kami tiba di Malioboro kemudian bertemu Ajeng dan Ijal tepatnya di depan BRI dekat plang tulisan Jl. Malioboro. Sambil menunggu hujan berhenti kami ke penginapan Ajeng untuk berteduh. Sekitar pukul 5pm kami pergi ke Benteng Vrederburg untuk berfoto-foto dan betapa beruntungnya kami karena ada pelangi yang muncul. Pukul 6pm kami keluar dari Benteng Vrederburg dan sempat menyicipi Permen Gulali dan Wedang Ronde di depan gerbang. Rencananya kami akan makan malam di Raminten Kota Baru bersama dengan Ncuy, dan beberapa teman Nadia juga. Namun, kami mendapatkan kabar bahwa Raminten penuh. Sembari menunggu kepastian tempat makan, kami menyicipi jajanan pasar di sekitar jalanan, ada sate kulit ayam, pecel dan cendil. Raminten di atas Mirota (Malioboro) juga penuh sehingga tujuan makan malam pun berubah menjadi Pasta Gio. Ncuy tidak jadi ikut. Dan tempat inilah yg membuat nafsu makan malam kami berkurang. Lokasi Pasta Gio memang sulit ditemukan, supir taksi kami sempat menyasar beberapa kali dan berkali-kali kami harus berhenti untuk menanyakan lokasi resto itu. Shavez, yg saat itu sudah tiba lebih dulu heran karena kami tdk kunjung sampai. Dia menelepon kami dan memberitahu lokasi yang tepat kepada supir itu, tetapi tetap saja kami masih nyasar-nyasar. Alamat resto itu pada awalnya adalah di Jalan Monjali kemudian berubah menjadi Jalan Palagan kemudian berubah lagi menjadi Jalan Lempong Sari, patokannya adalah lampion merah, yg ternyata lampion itu benar-benar lampion tdk jelas yg digantung di depan gang masuk, ya Allah itu susah bgt bisa banyak gitu alamatnya.

Malam itu semakin ramai karena banyak yang ikut bergabung bersama ada Shavez, Dipe, dan Harini. Malam semakin larut, Wira dan bagus yg tdk ikut makan malam bersama kami datang menjemput bersama Roy (teman Wira). Mereka juga sempat tersasar beberapa kali sblm akhirnya berhasil menemukan lokasi resto. Kami pun berpisah dengan Shavez karena besok dia harus ke Semarang. Sedangkan gw-Nadia-Puti diantar Wira ke kosan Ilyas, teman Nadia yg bersedia kami pinjam kamarnya. Kami bertiga yg secara random dadakan ke Jogja merasa beruntung karena ada Ilyas yg bersedia meminjamkan kamarnya, tapi di saat yg bersamaan kami juga tidak enak. Malam itu pukul 11pm kami tiba, ada temen Nadia yg lain yaitu Dini. 

*Pengeluaran: makan angkringan 7rb + tiket Candi Borobudur 30rb + tiket Galeri Seni dan Unik 2,5rb + permen gulali (berdua) 2,5rb + wedang Ronde (berdua) 2,5rb + sate kulit 10 tusuk 5rb + sate usus dan tahu gembos 5rb + cendil 1rb + taksi (berlima) 10rb + lasagna verde dan es teh manis 29,5= 95rb

Sabtu, 17 Desember 2012 pagi hari sekitar pukul 6am gw dan Puti bergegas mandi untuk ke Pantai Sanduk, sedangkan Nadia ngga ikut. Kejadian lucu pagi itu adalah temen Ilyas menemukan 3 org cewek asing tidur di kamar temennya dan 2 cewek lg mau pake kamar mandi, pdhl kita udh mengendap-endap karena ngga enak. Sekitar pukul 7am Wira dan bagus sudah sampai untuk jemput kita berdua, sayang banget Ajeng Ijal ngga jadi ikut karena mereka harus cari tiket pulang. Sebelum memulia perjalanan kami menyempatkan diri menyantap gudeg pinggir jalan, yg harganya tdk pinggir jalan. Perjalanan pun kami tempuh kurang lebih selama 2 jam. Ada satu kejadian mengerikan saat perjalanan, ada sebuah truk barang Milo yg terbalik akibat laju kencang saat belokan. Truk itu terbalik dan terseret hampir mengenai mobil di depan kami, yg berarti bisa saja juga mengenai mobil kami. Gw, Wira, dan Bagus terkejut dan teriak bersamaan, sdgkn Puti yg tertidur terbangun karena teriakan kami. Alhamdulillah truk tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi pengendara lain. Syukur kami selalu panjatkan selama sisa perjanalan, mengingat bentuk jalanan yang memang berliku tajam dan tdk terlalu luas di antara hutan/jurang.

Sekitar pukul 10am kami tiba di Pantai Sanduk, lelah dan tegangnya perjalanan yang kami tempuh terbayar dengan indahnya pemandangan ciptaan Allah ini. Menghabiskan waktu sekitar 1,5 jam di pantai, berjalan-jalan, foto-foto, duduk-duduk sambil ngerujak, dan minum es kelapa. Kemudian kami turun ke Pantai Baron untuk menikmati santapan seafood sebagai makan siang. Kami memesan 7 lobster dan 3 kepiting yang totalnya seharga 169ribu. Weeewww murah kaaan bebas juga mau dimasak apa sudah termasuk harga tersebut.

Sepulang dari pantai waktu menunjukan pukul 1pm, kami kembali ke daerah kosan Ilyas, namun saat ini kami ke kosan Dini untuk menumpang mandi (baiknyaa mereka) di Kaliurang. Kami tiba di sana sekitar pukul 4pm dan bertemu dengan Dini, Dipe, dan Jeje yg akan makan di Waroeng Steak and Shake (WS) yg letaknya hanya diserong kosan Dini. Setelah makan di sana, kami semua beranjak ke Kalimilk  (tempat terkenal untuk menikmati susu) di Kaliurang yang baru seminggu didirikan menurut cerita Dini.

Waktu menunjukan pukul 6pm kami pun berpisah dengan Ilyas, Dini, Dipe, Harini, dan Bedil menuju tempat beli bakpia Kurnia Sari. Namun sayang bakpianya sudah habis ketika kami tiba sehingga kami memutuskan untuk membeli bakpia di Mirota Malioboro. Sesampainya di Mirota kami membeli beberapa kotak bakpia untuk oleh-oleh dan membeli beberapa pernak-pernik untuk diri sendiri. Sempat bertemu Cipi juga di dalam. Selesai berbelanja kecil di Mirota waktu menunjukan pukul 7.30pm kami harus segera mencari makan malam sebelum pulang. Kami memutuskan makan di angkringan di dekat Gedung Vrederburg. Rencana untuk makan malam bersama Ajeng, Ijal, dan Ncuy pun tidak kami terlaksana karena kami harus pulang pukul 8pm. Ketika kami makan, Idham dan Franklin (Alsa UGM) datang bertemu Nadia dan kami semua sempat mengobrol tentang Alsa, MCC, dan liburan di Jogja. Malam semakin larut kami memutuskan untuk pulang, walaupun sebelumnya kami masih menyempatkan diri membeli sedikit oleh-oleh lagi untuk orang terkasih bagi Wira dan Bagus hahaa. Kemudian kami berpisah dengan Idham dan Franklin. Dengan demikian malam ini pun menjadi malam Minggu yang berkesan di Yogyakarta.

*Pengeluaran: makan gudeg 17rb + jajan cemilan 9rb + tiket masuk 4rb + parkir 5rb + makan siang 30rb + Kalimilk 40rb + bakpia 26rb + aroma theraphy 31rb + sendal 15rb + makan angkringan 10rb + patungan bensin 40rb = 227rb

Total pengeluaran selama 2 hari 1 malam yaitu 426rb. So koper atau ransel?

Tambahan: perjalanan pulang kami tempuh selama kurang lebih 15jam (tiba di Bandung pukul 11am) karena banyak berhenti untuk istirahat, keadaan ketika sampai Bandung perut kelaparan, pantat tepos, dan badan pegal-pegal (apalagi Wira ya yg nyetir ).

I’m falling in love with Yogyakarta <3

You are a Scorpio


It’s said that you can recognise Scorpios by their stare. Enigmatic, penetrating, probing while revealing nothing, even hostile or ruthless. This little cameo, along with the infamous passion usually attributed to the sign, has gone a long way toward making life pretty difficult for you. After all, when someone at a party asks you what sign you are, and you look at them (penetratingly) and reply, “Scorpio”, and they give a little gasp and back away, or instantly inquire what you’re doing later, well, it can get a little…tiresome.

This is the most perplexing and least understood of all the zodiac signs. You don’t help this problem, since you are indeed prone to playing the enigmatic, mysterious type when you’re unsure of a situation and are checking out the undercurrents. Yet despite the smokescreens (and you have the best smokescreens of any sign), Scorpio belongs to the element of water, and this is a sign of deep feeling and sensitivity. You’re easily affected by the emotional currents inside and around you, easily hurt, compassionate, often intensely lonely, and driven by an almost voracious need for relationship.

Never mind that “loner” business that’s always said about the sign. It may be one of your smokescreens, but you’re no loner at heart. Just the opposite. You long for a really profound, close soul-union. It’s just that you’re extremely discriminating about whom you allow into your psychic field, since you’re so intensely sensitive. And also, well, to put it euphemistically, you’re just a little mistrustful of people.

You have no illusions about human nature, and you’ve always had an uncanny knack of perceiving what other people don’t wish to be known. From early childhood, Scorpios see through hypocrisy and sham. But you can’t always formulate these perceptions. More likely you’ll have strong, intuitive gut reactions to people, and they’re usually accurate.

The trouble is that you smell brimstone just about everywhere. You’re privy to one of the most profound and disturbing secrets of human nature: all individuals carry a dark side within them. You can’t afford to be gullibly romantic because you know perfectly well that, alongside our human nobility, we are also animals, and not very attractive ones at that. No wonder you sometimes seem deeply cynical.

One of your great challenges is to learn tolerance. You’ve got compassion in abundance, and the deepest sympathy for pain and loneliness, which is why so many Scorpios are found in the helping professions. But you can’t abide laziness and weakness. You believe deeply that, no matter how bad the mess, every human being can do something about it. You’re pretty adept at doing that yourself. What you sometimes fail to realise is that people are made differently, and not everyone has your self-honesty and strength. And your pride, which can be downright Luciferian, keeps you from recognising that sometimes it’s necessary, and even courageous, to yield.

You have a big problem relinquishing control. This might be self-control (it’s the Scorpio who, after the third bottle of wine, is still perfectly coherent) or it might be a need to control your loved ones. Some Scorpios even try to control life itself. Take all that insight and sensitivity, add a liberal dash of fierce pride and a determination to carve your own path through life, throw in a dose of general mistrust of other people, and you don’t exactly come up with a “laid back” person.

Because of your great will-power, persistence and insight, you can succeed at anything you put your mind to. You commit yourself passionately to whatever you do, with heart, mind, body and soul. You can rise out of any crisis and reinvent yourself. That’s a remarkable formula for success. But material success isn’t really what motivates you. Some Scorpios are driven by the craving for power, but that’s a distorted expression of the sign, and usually reflects a lot of hurt and humiliation early in life.

The real key to your mystery lies deep in your secret soul. Your heart is always a battleground where mistrust and need of others war within you constantly. You want to find the truth about yourself and about life. You need to know why people act and feel as they do. Ultimately you must understand yourself, and come to some kind of truce with the warring forces of your nature. In the end, it’s the life and truth of the soul which are your real goal.

“Anybody can become angry - that is easy, but to be angry with the right person and to the right degree and at the right time and for the right purpose, and in the right way - that is not within everybody’s power and is not easy.”

GET A HAPPY LIFE


Health:

1.     Drink plenty of water.                                                                           

2.     Eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a beggar.

3.     Eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants.

4.     Live with the 3 E’s - Energy, Enthusiasm and Empathy

5.     Play more games.

6.     Read more books than you did in 2010.

7.     Sit in silence for at least 10 minutes each day.

8.     Sleep for 7 hours.

9.     Take a 10-30 minutes walk daily. And while you walk, smile.

Personality:

1.     Don’t compare your life to others. You have no idea what their journey is all about.

2.     Don’t have negative thoughts or things you cannot control. Instead invest your energy in the positive present moment.

3.     Don’t over do. Keep your limits.

4.     Don’t take yourself so seriously. No one else does.

5.     Don’t waste your precious energy on gossip.

6.     Dream more while you are awake.

7.     Envy is a waste of time. You already have all you need.

8.     Forget issues of the past. Don’t remind your partner with his/her mistakes of the past. That will ruin your present happiness.

9.     Life is too short to waste time hating anyone. Don’t hate others.

10.   Make peace with your past so it won’t spoil the present.

11.   No one is in charge of your happiness except you.

12.   Realize that life is a school and you are here to learn. Problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime.

13.   Smile and laugh more.

14.   You don’t have to win every argument. Agree to disagree.

Society:

1.     Call your family often.

2.     Each day give something good to others.

3.     Forgive everyone for everything.

4.     Spend time with people over the age of 70 & under the age of 6.

5.     Try to make at least three people smile each day.

6.     What other people think of you is none of your business.

7.     Your job won’t take care of you when you are sick. Your friends will. Stay in touch.

Life:

1.     Do the right thing!

2.     Get rid of anything that isn’t useful, beautiful or joyful.

3.     However good or bad a situation is, it will change. 

4.     No matter how you feel, get up, dress up and show up.

5.     The best is yet to come.

6.     Your Inner most is always happy. So, be happy.


anyway, I read this article on 2011 but still hard to implement all of those points untill now

 

ASIA-PACIFIC INTERNATIONAL MODEL UNITED NATIONS 2012


Share your thoughts. Gain more knowledge. Global networking. Overseas friendship.